Terima Kunjungan Petinggi PBB, Wakapolri Tegaskan Keselamatan Pasukan Perdamaian RI Harga Mati

Gambar Berita
(Foto: batamcrimenews.com)

BATAMCRIME NEWS.COM | BATAM – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menegaskan komitmen kuatnya di kancah internasional. Melalui Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, Polri menekankan bahwa jaminan keamanan dan keselamatan personel Pasukan Penjaga Perdamaian di wilayah konflik adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.

Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Wakapolri saat menyambut kunjungan delegasi United Nations Police Division yang dipimpin langsung oleh Penasihat Kepolisian PBB (*UN Police Adviser*) Faisal Shahkar, di Ruang Perjamuan Mabes Polri, Jakarta, Senin (20/4/2026). Kunjungan delegasi markas besar PBB yang sudah memasuki kali ketiga ini menjadi bukti sahih eratnya kemitraan strategis antara Polri dan organisasi dunia tersebut.

Dalam pertemuan itu, Wakapolri mengapresiasi kepercayaan PBB yang terus melibatkan Bhayangkara Indonesia dalam berbagai misi vital. Kendati demikian, ia memberikan catatan tebal terkait aspek keamanan personel di lapangan.

"Kami akan terus menekankan aspek keamanan dan keselamatan bagi seluruh personel yang bertugas di daerah misi. Keselamatan personel adalah prioritas utama. Kami berharap melalui kerja sama yang semakin erat dan berkelanjutan, tidak ada lagi korban jiwa di kalangan penjaga perdamaian dunia," tegas jenderal bintang tiga tersebut.

Di sisi lain, *UN Police Adviser* Faisal Shahkar melontarkan pujian setinggi langit atas kontribusi Polri sejauh ini. Menurut pengamatan PBB di berbagai daerah konflik, personel kepolisian Indonesia selalu menunjukkan tingkat profesionalisme, kedisiplinan tinggi, serta kemampuan adaptasi yang luar biasa dalam memenuhi standar operasional internasional.

Sebagai informasi, kontribusi nyata Polri dalam menjaga ketertiban dunia saat ini mencakup penerjunan 140 personel *Formed Police Unit* (FPU) pada misi MINUSCA di Republik Afrika Tengah. Selain itu, 51 personel *Individual Police Officer* (IPO) juga disebar ke lima titik rawan, dengan rincian 19 personel di UNMISS (Sudan Selatan), 14 personel di MINUSCA, 9 personel di MONUSCO (Republik Demokratik Kongo), 6 personel di UNFICYP (Siprus), dan 3 personel di UNISFA (Abyei).

Guna menajamkan insting dan taktik pasukan dalam menghadapi dinamika konflik modern yang kian kompleks, Polri saat ini juga tengah menggembleng kesiapan operasional FPU Level 3. Langkah ini dibarengi dengan gelaran *Annual FPU Commanders Workshop* yang berlangsung dari tanggal 20 hingga 24 April 2026, sebagai upaya sistematis untuk mencetak personel perdamaian yang tangguh, taktis, dan responsif di level global. (R/epin)

Lebih baru Lebih lama