Lebih Bahaya dari Narkoba! Sindikat Penyelundup 167 PMI Ilegal Diringkus, Imigrasi Batam Ancam Sikat Oknum Internal

Gambar Berita
(Foto: batamcrimenews.com)

BATAMCRIME NEWS.COM | BATAM – Jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) Barelang melalui Polsek Kawasan Pelabuhan (KKP) dan Satpolair kembali menabuh genderang perang terhadap sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Terhitung sejak Januari hingga 19 April 2026, aparat sukses menggagalkan penyelundupan 167 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal yang hendak diseberangkan secara non-prosedural ke Malaysia.

Dari rentetan operasi pencegahan tersebut, polisi telah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Satu tersangka telah dilimpahkan ke Kejaksaan (Tahap II), sementara empat lainnya masih terus dikorek keterangannya. Salah satu penindakan terbesar terjadi pada Kamis (16/4/2026), di mana Unit Reskrim Polsek KKP mencegat keberangkatan 43 calon PMI di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center. Dari hasil pengembangan, aparat membekuk dua tersangka utama fasilitator tiket dan transportasi, yakni AM di kawasan perumahan Batam Center dan NR di area perumahan ruko besi.

Bersama kedua "tekong" tersebut, petugas menyita barang bukti berupa tiga buku paspor, tiga tiket *boarding pass* feri tujuan Malaysia, uang tunai Rp4.050.000, serta dua unit ponsel. Ratusan korban yang berhasil diselamatkan kini telah diserahkan sepenuhnya kepada Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) guna proses pendataan kepulangan dan edukasi pendaftaran kerja secara legal.

Kasus kejahatan kemanusiaan ini turut memantik reaksi keras dari elemen masyarakat pemerhati pekerja migran yang turut hadir dalam rilis perkara. Mereka menyebut bahaya perdagangan manusia ini jauh lebih mengerikan dampaknya dibanding peredaran narkoba, serta mendesak otoritas Imigrasi untuk memperketat seleksi penerbitan paspor, terutama bagi pemohon yang tidak mengantongi KTP Batam.

Menjawab desakan tersebut, Kepala Kantor Imigrasi Batam yang baru menjabat menegaskan komitmen penuh lembaganya untuk bersinergi tegak lurus dengan kepolisian. Ia melontarkan *warning* keras dan berjanji akan menindak tegas tanpa ampun setiap oknum petugas internal Imigrasi yang terbukti berani "bermain" atau memfasilitasi keberangkatan PMI ilegal di pelabuhan. (R/epin)

Lebih baru Lebih lama