| (Foto: batamcrimenews.com) |
BATAMCRIME NEWS.COM | BATAM – Guna menangkal pusaran disinformasi yang berpotensi memecah belah masyarakat, Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) memperkuat barisan dengan menggandeng para tokoh agama. Sinergi ini diwujudkan melalui agenda Coffee Morning bersama jajaran Da’i Kamtibmas yang digelar di Lobi Utama Mapolda Kepri, Batam, pada Selasa (7/4/2026).
Pertemuan strategis tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., didampingi Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo beserta jajaran Pejabat Utama. Turut hadir belasan tokoh lintas agama dan ulama yang tergabung dalam Da’i Kamtibmas se-Kepri.
Dalam arahannya, Kapolda Kepri menyoroti tantangan krusial di era digital saat ini, yakni maraknya penyebaran informasi sepotong-sepotong yang kerap disalahartikan dan dibumbui narasi provokasi. Menurutnya, stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) sangat bergantung pada kemampuan masyarakat dalam menyaring informasi.
"Informasi yang tidak benar dapat memicu kesalahpahaman berujung keresahan, hingga mendorong tindakan melanggar hukum. Perlu diingat, kondisi Kamtibmas yang tidak kondusif akan langsung menurunkan kepercayaan investor dan mengancam pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Batam," tegas Irjen Pol. Asep Safrudin.
Merespons tantangan tersebut, perwakilan Da’i Kamtibmas, Kyai Agus Yusuf dan Nyai Rofi, menyambut baik langkah proaktif kepolisian. Mereka menegaskan komitmen penuh para pemuka agama untuk turun tangan menjadi tameng penyeimbang arus informasi di media sosial maupun di tengah lingkungan warga.
Melalui mimbar-mimbar keagamaan, para Da'i Kamtibmas akan terus menyisipkan pesan-pesan menyejukkan, meluruskan isu liar, serta mengedukasi jamaah agar tidak mudah tersulut provokasi. Tokoh agama juga mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam menyampaikan kritik maupun kebebasan berpendapat, dengan tetap berada di dalam koridor hukum dan mengedepankan semangat persatuan. (R/epin)